TVRINews, Jakarta
Komisi Pemiliihan Umum (KPU) Surakarta, Jawa Tengah menyampaikan jumlah pemilih di Kota Solo menurun 8 persen berdasarkan hasil penghitungan perolehan suara Gubernur- Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Wali Kota – Wakil Wali Kota Surakarta di Pilkada 2024.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta, Jawa Tengah menggelar rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta tahun 2024 tingkat Kota Solo.
Ketua KPU Surakarta Yustinus Arya Artheswara mengungkap, dari hasil rekapitulasi sementara memastikan ada penurunan 8 persen pemilih Pilkada dari jumlah pemilih Pemilu tahun 2024 di Kota Surakarta. Hal ini dari presentase partisipasi Pilkada tahun ini, tidak mencapai sesuai target sebanyak 80 persen.
“Tingkat partisipasi data sementara untuk pemilihan Gubernur adalah 73,9 persen dan pemilihan Wali Kota 73,8 persen. Dibandingkan dengan Pilpres yang mencapai 86 persen, ada penurunan," kata Yustinus dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Jumat, 6 Desember 2024.
Yustinus mengatakan berdasarkan rekapitulasi paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta nomer urut 2 Respati -Astrid unggul dengan perolehan 185.970 suara, sedangkan paslon urutan 1 Teguh-Bambang mendapatkan 121.471 suara.
Sementara hasil rekapitulasi Pilgub Jateng paslon nomer urut 1 Andika-Hendi unggul di Surakarta dengan perolehan 161.008 suara, dan paslon nomer urut 2 Luthfi-Yasin mendapat 143.378 suara.
Selain itu, untuk pengesahan hasil rekapitulasi menunggu ketuk palu dari Mahkamah Konstitusi (MK) dan dinyatakan putusan bebas sengketa. Setelah keseluruhan selesai, KPU dapat melanjutkan ke tahapan pelantikan kepala daerah.










