TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengingatkan kembali pengalaman panjang partainya yang pernah berada di luar pemerintahan selama sembilan tahun sebagai kekuatan penyeimbang yang konsisten. Berkaca dari pengalaman tersebut, Demokrat berharap PDI Perjuangan (PDIP) dapat segera menunjukkan ketegasan sikap politiknya kepada publik terkait posisi mereka terhadap pemerintahan saat ini.
"Jadi kalau Demokrat ini kan kita berpengalaman selama ini di luar pemerintahan, ya, sebelumnya selama 9 tahun dan kita mengambil sikap yang tegas dan jelas begitu. Kita menyampaikan kritik, ya, kita juga tegas gitu di situ," ujar Herzaky saat ditemui di Jakarta, Sabtu 20 Juni 2026.
Menurut Herzaky, bagi masyarakat sebenarnya tidak menjadi persoalan apakah suatu partai memilih untuk mendukung atau tidak mendukung pemerintahan yang berjalan. Namun, poin yang paling krusial adalah bagaimana sikap politik tersebut dapat dikomunikasikan secara transparan dan diimplementasikan dengan nyata dalam kerja-kerja politik sehari-hari.
"Mendukung atau tidak mendukung, tapi yang paling penting itu bagaimana itu benar-benar bisa dikomunikasikan kepada masyarakat bahwa sikapnya mendukung atau tidak mendukung, itu satu. Yang kedua, bagaimana implementasinya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Herzaky mengungkapkan bahwa saat ini banyak pihak yang mempertanyakan posisi politik teman-teman dari PDIP karena dirasa masih abu-abu. Meskipun Demokrat sangat menghormati segala keputusan internal yang akan diambil oleh PDIP, ia berharap ada komunikasi publik serta implementasi keseharian yang lebih tegas, baik di lingkungan parlemen maupun dalam menyikapi berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
"Tentu kita menghormati keputusannya teman-teman PDIP seperti apa hari ini, tapi lagi-lagi yang menjadi poin penting adalah silakan tunjukkan saja sikapnya yang tegas. Apakah hari ini beliau berada di luar, apakah beliau hari ini ada di luar, di dalam. Tapi bukan hanya dalam bentuk statement saja," tegas Herzaky.
Ketegasan posisi ini disebutnya bukan semata-mata penting bagi internal partai, melainkan hak masyarakat untuk mengetahui peta politik nasional secara transparan. Ketika posisi setiap partai jelas, masyarakat dapat membedakan dengan mudah mana partai yang berada di dalam barisan pemerintahan dan mana yang bertindak sebagai penyeimbang.
"Ini sebenarnya bukan bagi PDIP, bagi masyarakatlah. Kepada kami dulu kan jelas, ketika kami berada di luar ya kami menyampaikan kami memang di luar, ada kritik kami kritik dengan tegas, kritik dengan jelas, kan begitu. Seperti itulah kita berbicara sebagai penyeimbang," pungkasnya.










