TVRINews, Jakarta
Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 20 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Maroko yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno.
Dalam pertemuan itu, Dubes Houssaini mengenang hubungan historis kedua negara yang semakin erat setelah kunjungan Presiden Soekarno ke Rabat pada 1960. Sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Proklamator Indonesia tersebut, Pemerintah Maroko mengabadikan nama Soekarno menjadi salah satu jalan utama di Ibu Kota Rabat, yakni Rue Soukarno.
Menurut Houssaini, jalan tersebut memiliki nilai historis yang tinggi karena berada di kawasan strategis ibu kota.
“Nama Soekarno menjadi bagian dari ruang publik di Rabat sebagai simbol persahabatan yang telah terjalin puluhan tahun antara Maroko dan Indonesia. Hubungan ini kami harapkan terus berkembang di masa depan,” ujar Houssaini, Senin, 20 Juli 2026.
Pada kesempatan yang sama, Houssaini juga mengundang Megawati untuk melakukan kunjungan ke Maroko. Ia menegaskan pemerintah Maroko siap memfasilitasi agenda yang mencerminkan eratnya hubungan kedua negara.
Selain mengenang sejarah diplomatik, keduanya juga membahas berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga isu-isu global seperti ketahanan pangan, energi hijau, dan perubahan iklim.
Megawati menyambut baik komitmen Maroko dalam memperkuat hubungan bilateral. Ia menilai kerja sama di bidang pendidikan telah memberikan manfaat nyata, terutama melalui program beasiswa yang selama ini diberikan kepada mahasiswa Indonesia.
“Hubungan Indonesia dan Maroko memiliki fondasi sejarah yang kuat. Ke depan, saya berharap kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia terus diperluas sehingga memberi manfaat bagi kedua negara,” kata Megawati.
Megawati juga menyoroti pentingnya membangun kembali semangat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika sebagaimana pernah dirintis dalam Konferensi Asia Afrika. Menurutnya, kolaborasi antarnegera berkembang perlu terus diperkuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan global.
Sementara itu, Dubes Houssaini menyampaikan Maroko tengah mempersiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030 bersama Spanyol dan Portugal. Ia berharap momentum tersebut dapat semakin mempererat hubungan masyarakat kedua negara, termasuk melalui sektor olahraga dan pariwisata.
Di penghujung pertemuan, Houssaini menyerahkan bingkai foto bersejarah yang menampilkan kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko. Megawati tampak mengapresiasi pemberian tersebut sebagai simbol persahabatan yang terus terjaga antara Indonesia dan Maroko.
Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Yasonna H. Laoly, serta Direktur Luar Negeri PDI Perjuangan Hanjaya Setiawan.










