TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan seluruh kader dan pengurus partai untuk fokus melayani dan mendampingi masyarakat di mana pun berada. Instruksi tegas tersebut disampaikannya dalam pidato politik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
AHY mengingatkan agar momen perayaan seperempat abad ini dijadikan bahan refleksi untuk memperbesar pengabdian politik kepada rakyat, ketimbang sekadar selebrasi historis semata.

"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode," ucap AHY.
Ia menegaskan bahwa setiap posisi politik yang diampu para kader memiliki masa batas dan siklusnya, tetapi komitmen pengabdian tidak boleh berhenti.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Para pejuang demokrat di seluruh tanah air, kekuasaan datang dan pergi, jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai," tegasnya.
"Karena itu, malam ini saya tidak ingin mengajak kita sekedar merayakan apa yang telah kita capai selama 25 tahun. Saya ingin mengajak kita bertanya, apa yang akan kita kerjakan setelah hari ini? 25 tahun pertama adalah sejarah, 25 tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita," tuturnya.
AHY kemudian memberikan pembagian tugas mendalam kepada segenap jajaran kader, mulai dari yang bertugas di ranah eksekutif, parlemen, hingga tingkat ranting.
"Kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan, gunakan kekuasaan untuk melayani. Kepada kader Demokrat di parlemen, perjuangkan kebijakan, legislasi, dan anggaran yang berpihak kepada rakyat. Kepada para kepala daerah, hadirkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan dekat dengan masyarakat. Kepada para pengurus dan kader di akar rumput, dengarkan dan dampingi rakyat. Dan kepada kader-kader muda Demokrat, siapkan diri, belajar, bekerja, jaga integritas, hadirkan politik yang membawa harapan," paparnya.
Ia mengingatkan bahwa fondasi keberhasilan bangsa dibangun oleh kerja bersama seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang.
"Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh satu orang, satu partai, ataupun satu generasi. Masa depan Indonesia ditentukan oleh apa yang kita kerjakan bersama, oleh jutaan rakyat yang bekerja, berusaha, mendidik, merawat, dan membangun negeri ini setiap hari. Merekalah Indonesia," ujar AHY.
Di akhir pidatonya, AHY meminta kader tidak mengukur keberhasilan politik hanya dari jumlah kemenangan kursi di parlemen, melainkan dari besarnya manfaat nyata yang dirasakan oleh publik.
"Karena itu, kepada seluruh kader Partai Demokrat saya meminta satu hal, jangan hanya hadir ketika kita membutuhkan suara rakyat. Hadirlah ketika rakyat membutuhkan kerja kita. Jangan tanyakan apa yang dapat kita peroleh dari politik. Tanyakan apa yang dapat kita berikan melalui politik. Jangan ukur perjuangan hanya dari berapa kursi yang kita menangkan. Ukur juga dari berapa banyak kehidupan yang berhasil kita perbaiki," imbaunya.
"Itulah arti Demokrat bersama rakyat. Bukan sekedar berada di tengah rakyat, tetapi bekerja untuk rakyat. Bukan semata-mata agar Partai Demokrat semakin besar, tetapi agar Indonesia semakin maju. Bukan semata-mata untuk memenangkan pemilu berikutnya, tetapi untuk memenangkan masa depan generasi berikutnya. Mari menangkan masa depan. Demokrat bersama rakyat," pungkas AHY.










