TVRINews, Jakarta
Sekjen PDI-Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku jika partainya menghormati keputusan Partai Perindo dan PPP bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini ia sampaikan, usai acara Soekarno Run-Kemerdekaan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada hari ini Minggu, 18 Agustus 2024.
"Kami juga komunikasi saya bertemu dengan mba Angela Ketum Perindo sebelumnya, beliau menyampaikan kepada saya dan kami sangat memahami hal tersebut dan ya inilah indahnya dalam politik, kita menghormati perbedaan-perbedaan di dalam posisi politiknya," kata Hasto Kristiyanto, Minggu.
Baca Juga: Kemendikbudristek Apresiasi Capaian Program Guru Penggerak di Bengkulu
Lebih jauh, ia menegaskan jika PDIP sampai saat ini masih berada di jalan kerakyatan.
"Kami akan bangun demokrasi yang sehat kami akan membangun demokrasi yang berkedaulatan rakyat agar setiap anak bangsa bisa memacu prestasinya dalam semua aspek kehidupan termasuk melalui sport melalui olahraga, kita bisa bayangkan betapa bergetar nya dada kita ketika melihat sang saka merah putih berkibar dalam olimpiade misalnya itu yang dipilih sebagai jalan PDI Perjuangan," imbuhnya.
Diketahui, saat ini Parta NasDem, PPP dan Partai Perindo telah memutuskan untuk bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal ini diumumkan, di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada 15 Agustus 2024 lalu.
Baca Juga: Meriahkan HUT ke-62 TVRI, Studio Alam Festival Gelar Live Musik, Lomba, hingga Bazar Makanan
Ketua Perindo Angela Tanoesudibjo membeberkan alasan partainya yang memuturkan untuk bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurutnya, dengan bergabungnya ke pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi bukti, jika Perindo ingin berkontribusi lebih baik kepada negara
"Tentunya ini merupakan salah satu bentuk memang, kami melihat Partai Perindo ke depannya ini harus mendukung pemerintahan ya. Karena kalau kita ingin berkontribusi lebih lagi, kita harus bergabung dengan pemerintah," terangnya.










