TVRINews, Jakarta
"Jangan biarkan rakyat kehilangan kepercayaan".-Susilo Bambang Yudhoyono (2017). Sekilas terdengar sederhana, namun di balik kerendahan hati kalimat tersebut tersimpan nilai mendalam tentang pentingnya menjaga kepercayaan rakyat—sebuah prinsip mendasar yang menjadi pemandu perjalanan Partai Demokrat hingga memasuki usia perak, 25 tahun.
Direktur Eksekutif Partai Demokrat, Dr. Sigit Raditya, menyampaikan bahwa berbeda dengan partai politik lain yang lahir dari organisasi massa atau mesin politik warisan, Partai Demokrat menempuh jalan yang berbeda sejak awal didirikan pada 9 September 2001.
“Partai Demokrat menempuh jalan yang berbeda. Demokrat tidak dilahirkan dari basis organisasi massa yang telah mengakar, garis sejarah partai pendahulu, maupun mesin politik warisan,” ujar Sigit Raditya, Selasa 8 September 2026.
Meskipun demikian, dalam rentang tiga tahun sejak berdiri, Partai Demokrat berhasil mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memenangi Pemilu Presiden secara langsung pada tahun 2004. Duet SBY-Jusuf Kalla memenangi putaran kedua dengan perolehan 60,62 persen suara meski diusung koalisi yang hanya menguasai 12,5 persen kursi DPR.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan politik terletak pada kemampuan meraih dan menjaga kepercayaan rakyat. Memasuki usia 25 tahun, Partai Demokrat merumuskan tiga agenda utama yang diusung dalam bentuk kata kerja, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.
Mendorong Ekonomi Berkualitas Dan Penegakan Hukum
Di sektor ekonomi, Partai Demokrat menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkualitas untuk membuka lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, dan memperkuat kelas menengah. Pada periode 2004–2014, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat stabil di angka 5 hingga 6 persen, dengan penurunan angka kemiskinan dari 16,6 persen menjadi 10,96 persen serta pengangguran dari 9,86 persen menjadi 5,94 persen.
“Bagi Partai Demokrat, memajukan ekonomi bukan sebatas mengejar angka pertumbuhan setinggi-tingginya, melainkan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Ekonomi yang tumbuh harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, memperkuat kelas menengah, menekan angka kemiskinan, serta memastikan hasil pembangunan dirasakan secara merata,” tegasnya.
Sebagai bagian dari partai pendukung pemerintah saat ini, Demokrat berkomitmen mengawal kesehatan fiskal, efektivitas belanja negara, ketersediaan lapangan kerja, serta perlindungan bagi pekerja informal.
Pada aspek penegakan hukum, pengalaman dinamika politik dijadikan pelajaran berharga bahwa kepercayaan publik hanya dapat dipertahankan melalui integritas dan kepastian hukum yang berlaku setara bagi semua warga negara.
Sementara pada sektor demokrasi, Partai Demokrat yang konsisten berada di posisi tengah berupaya memadukan nilai nasionalisme dan religiusitas. Memasuki era baru di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), partai fokus menghadapi tantangan disrupsi digital serta dominasi pemilih muda.
Sigit Raditya menegaskan bahwa upaya mendengar suara rakyat menjadi pijakan utama partai dalam menentukan arah kebijakan dan kerja-kerja politik ke depan.
“Mendengar suara rakyat menjadi pijakan bagi Partai Demokrat untuk hadir, memahami persoalan di lapangan, dan memperjuangkan kebijakan yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.
Sebagaimana ditegaskan oleh Agus Harimurti Yudhoyono pada Juli 2026: “Kepercayaan rakyat tidak dapat diwariskan ataupun dibeli, melainkan diperjuangkan setiap hari melalui kerja keras, integritas, dan pengabdian.”
"Selamat Ulang Tahun Perak ke-25 Partai Demokrat. Semoga komitmen untuk mendengar suara rakyat, memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi senantiasa membawa manfaat bagi bangsa dan negara," tutup Dr. Sigit Raditya.










