TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan dukungan penuh Partai Demokrat terhadap tekad Presiden Prabowo Subianto untuk menutup kebocoran kekayaan negara. AHY menilai upaya strategis tersebut harus berjalan beriringan dengan langkah penegakan hukum, pemberantasan korupsi, penguatan akuntabilitas, serta perbaikan tata kelola keuangan negara yang bersih.
AHY menempatkan pemberantasan korupsi sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, supremasi hukum harus ditegakkan secara adil dan berlaku seragam tanpa membedakan status sosial, jabatan, tingkat kekayaan, maupun kedekatan seseorang dengan lingkaran kekuasaan. Prinsip tegak lurus tersebut juga berlaku tegas bagi seluruh kader Partai Demokrat.
“Pemberantasan korupsi harus terus menjadi komitmen kita bersama. Karena itu, Partai Demokrat mendukung tekad Presiden Prabowo untuk menutup kebocoran kekayaan negara,” tegas AHY, Minggu 6 September 2026.
AHY kemudian memberikan penekanan khusus mengenai arah alokasi hasil dari penyelamatan aset serta kekayaan negara tersebut.
“Kekayaan negara yang berhasil diselamatkan harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Jaga Akuntabilitas Dan Kepercayaan Publik
Selain menekankan penyelamatan aset, AHY mengingatkan pentingnya menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran pada berbagai proyek strategis nasional agar tidak memicu celah atau potensi kebocoran baru.
Menurut AHY, penerapan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan bukan sekadar urusan administrasi teknis semata. Lebih dari itu, efektivitas pengelolaan anggaran negara secara langsung menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha, serta menjadi fondasi utama dalam membangun sistem ekonomi dan demokrasi yang sehat di Tanah Air.










