TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pengalaman seperempat abad perjalanan partainya akan menjadi modal penting untuk menyusun babak baru ke depan. Hal tersebut disampaikannya usai puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu 9 September 2026.
"Artinya kami insya Allah ingin menjadikan pengalaman 25 tahun sebagai bagian dari menyusun babak baru ke depan," ujar AHY kepada awak media.
AHY menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 25 tahun Partai Demokrat yang dipenuhi dinamika dan pasang surut perjuangan. Ia mengapresiasi peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah meletakkan fondasi politik santun serta menguatkan nilai-nilai demokrasi, terutama saat memimpin Indonesia pada periode 2004 hingga 2014.
"Seperempat abad yang tentunya penuh dengan suka duka, jatuh bangun, pasang surut. Yang semua itu kami syukuri sebagai bagian dari perjalanan, perjuangan dan pengabdian," katanya.
Setelah 10 tahun berada di luar pemerintahan, AHY menegaskan komitmen Partai Demokrat yang kini kembali berada di jajaran pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto. Demokrat bertekad menjadi bagian dari solusi untuk memastikan suksesnya amanah rakyat melalui program-program strategis pemerintah.
Pesan tersebut disampaikan AHY secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto, para pimpinan partai politik, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta belasan ribu kader yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesetiaan kepada pemimpin dan masyarakat.
"Tadi ada kalimat yang saya sampaikan dalam sambutan, loyal kepada pemerintah atau kepada pemimpin tidak harus bertentangan dengan setia kepada rakyat," ucap AHY.
Menanggapi keterbukaan Presiden Prabowo terhadap masukan dari Partai Demokrat, AHY menegaskan pentingnya mengawal seluruh proses kebijakan publik, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan. Langkah ini penting untuk mencegah kebocoran anggaran dan memastikan setiap rupiah digunakan untuk kemakmuran masyarakat.
"Membangun kebijakan publik itu harus dikawal perencanaannya, penganggarannya, eksekusinya dan ini berlaku semua termasuk juga program-program strategis prioritas. Artinya kita ingin memastikan semua tepat sasaran tidak terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan atau anggaran," tegasnya.
Terkait dinamika politik nasional, AHY mengingatkan bahwa persahabatan dan persatuan bangsa harus tetap diutamakan di atas kompetisi politik.
"Tapi benar, tadi saya menyerukan mari kita pada saatnya untuk Merah Putih ya kita bersama-sama. Walaupun perbedaan itu juga indah," pungkas AHY.










