TVRINews, Jakarta
Organisasi masyarakat pendiri Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) akan menggelar Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Sabtu, 11 Juli 2026 mendatang.
Plt Ketua Umum Ormas MKGR, Maman Abdurrahman mengatakan Mubeslub digelar menyusul pengunduran diri Ketua Umum MKGR sebelumnya, Adies Kadir, yang telah ditunjuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami Ormas MKGR ingin menjelaskan bahwa Musyawarah Besar Luar Biasa ini diagendakan dikarenakan Ketua Umum Ormas MKGR yang sebelumnya Pak Adies Kadir itu dalam rangka menghormati dan menjunjung tinggi asas konstitusi yang ada di negara kita karena beliau diajukan dan menjadi hakim MK dan secara aturan dan standar etiknya bahwa menjadi hakim MK itu wajib untuk mengundurkan diri dari organisasi apapun yang terafiliasi dengan partai politik," kata Maman dalam konferensi persnya di Grha Beta, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menambahkan, Mubeslub akan dihadiri Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

(Foto: Plt. Ketua Umum Ormas MKGR, Maman Abdurrahman (tengah))
Lebih lanjut, Maman yang juga menjabat sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan agenda Mubeslub untuk sementara hanya berisi pemilihan ketua umum yang baru. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan agenda sesuai dinamika yang terjadi dalam forum musyawarah.
"Untuk sementara agenda yang ditawarkan oleh SC hanya agenda tunggal terkait pemilihan ketua umum. Namun, seperti apa ya kita lihat nanti situasi di lapangan pada saat Mubeslub ini berlanjut," ucapnya.
Sementara itu, menjelang pemilihan Ketua Umum MKGR, nama Wihaji disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Adies Kadir.
"Sampai sejauh ini berdasarkan informasi yang kita dapat sebagian besar mencoba mengusung Pak Wihaji menjadi ketua umum menggantikan Pak Adies Kadir," ujar Maman.
Meski demikian, Maman menegaskan pihaknya masih menunggu proses pendaftaran calon ketua umum sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
"Sampai sekarang kita tinggal tunggu saja nanti secara mekanisme keorganisasian apakah siapa-siapa saja yang mendaftarkan diri menjadi calon ketua umum," pungkasnya.










