TVRINews, Jakarta
Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono mengatakan pihaknya akan tetap mendukung sistem pemilu proporsional terbuka.
“Kami tetap mendukung proporsional terbuka,” kata Dave saat ditemui di sela Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menhan dan Panglima TNI beserta KASAD, KASAL, dan KASAU, Rabu, 7 Juni 2023.
Menurut Dave, jika sistem pemilu diubah, maka akan berdampak sangat besar bagi pembangunan nasional dikarenakan kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik dan sistem pemerintahan akan menurun.
Baca Juga : Jelang Pertandingan Timnas vs Palestina, Erick Thohir Sidak Kesiapan Gelora Bung Tomo
“Pertama apatis masyarakat pasti akan meningkat, lalu hak demokrasi rakyat juga akan menurun dan juga akhirnya akan berdampak kepada pembangunan nasional,” ucap Dave.
“Ini yang harus kita dihindari, kemajuan demokrasi itu jangan dipotong karena kami melihatnya ini ada potensi dengan dikembalikan ke sistem proporsional tertutup, bisa-bisa pemilihan kepala pemerintahan, baik pusat maupun daerah akan dikembalikan ke legislatif,” lanjut Dave.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan seluruh daerah dan ormas Golkar meminta untuk memperjuangkan sistem pemilu proporsional terbuka atau mencoblos gambar calon legislatif (caleg).
"Terkait dengan sistem pemilu, seluruh daerah dan ormas meminta agar pemilu dilakukan secara proporsional terbuka. Dan oleh karena itu, menugaskan kepada DPP untuk terus berjuang agar sistem proporsional terbuka bisa diperjuangkan," jelas Airlangga.
Lebih lanjut, terkait bakal caleg dari Partai Golkar, Dave mengatakan pihaknya minta dikomunikasikan apabila ada yang kurang dari sisi administrasi, sehingga para caleg dapat melengkapi kekurangannya.
“Kan ada verifikasi administrasi lalu dilihat apakah ada yang kurang? Dan juga kita minta dikomunikasikan bilamana ada caleg-caleg yang kurang administrasinya segera dilengkapkan,” tutur Dave.
Baca Juga : KPK Geledah Rumah Mewah Milik Kepala BC Makasar Di Batam










