TVRINews, Jakarta
Peraih Golden Buzzer di ajang America’s Got Talent, Putri Ariani menyampaikan pesan untuk seluruh penyandang disabilitas di Indonesia jelang Pemilu 2024. Putri menyampaikan bahwa Kita Semua Mampu, Kita Semua Sanggup dan Kita Semua Setara.
"We are able, we are capable and we are equal," ucap Putri Ariani saat berpartisipasi dalam Deklarasi Pemilu Akses Ramah Disabilitas, di Jakarta.
Putri juga mengajak untuk penyandang disabilitas agar tidak takut untuk memberikan hak suaranya di bilik tempat pemungutan suara (TPS). "Enggak (deg-degan). Kan nyoblos kertas suara, kan bukan Putri yang dicoblos," ungkap Putri.
Baca juga: PSSI Utang Hampir Rp100 M, Erick Thohir Akui Belum Temukan Sumber Permasalahannya
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan menyampaikan dengan hadirnya Putri Ariani dalam deklarasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas untuk turut serta melakuka pengawasan di Pemilu 2024.
“Bawaslu sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk melakukan pengawasan pada pemilu untuk bisa menegakkan pemilu yang adil. Ini di dalam memomentum deklarasi mendapatkan sebuah 'spirit'. Dengan menghadirkan Putri Ariani seorang tunanetra, kita tahu pengawasan itu membutuhkan berbagai bentuk cara, tapi Putri Ariani ingin menyimpulkan bahwa dalam kondisi apapun kita wajib melakukan pengawasan,” ujar Deka.
Ketua Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Ariani Soekanwo, menambahkan, kesetaraan dalam Pemilu 2024 bagi penyandang disabilitas seperti yang disampaikan oleh Putri Ariani dapat dicapai melalui beberapa cara. Pertama katanya, Bawaslu perlu memberikan pemahaman kepada petugas di lapangan agar membuat TPS yang akses.
“TPS yang akses itu ada di dalam Peraturan KPU (PKPU) jalan menuju TPS harus akses. TPS harus di tempat yang rata, itu juga ada di dalam UU 7 tahun 2017. Jadi buat lah TPS yang mudah dijangkau oleh pemilih disabilitas,” jelas Ariani.
Selain itu, dia juga berharap pintu masuk TPS dibuat agar cukup dilalui oleh pengguna kursi roda. Pasalnya, dia kerap memperoleh laporan pintu TPS yang lebarnya hanya 60cm, sedangkan dia berharap pintu masuk TPS minimal 90cm agar pengguna kursi roda dapat melewati pintu tersebut.
Baca juga: Wapres Ma'ruf: Tanpa Edukasi, Pernikahan Dini Bahaya Dan Hasilkan Kerugian
“Dan setiap TPS diharap ada alat bantu coblos untuk tunanetra. Dan ini belum tentu ada dan kurang mendapatkan perhatian. Dengan adanya alat bantu coblos tentu penyandang disabilitas tunanetra seperti saya dan Putri Ariani dapat memberikan hak suaranya,” paparnya.










