
Presiden Prabowo Terima Jajaran DPP PKB di Istana Rabu 4 februari 2026
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Muhaimin Iskandar menegaskan kesiapan partainya mengawal agenda ekonomi konstitusi dan kebijakan strategis pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pengurus pusat hingga wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Istana Merdeka pada Rabu 4 Februari 2026.
Pertemuan ini mempertegas posisi PKB dalam mendukung stabilitas pemerintahan serta arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan momentum untuk memperkenalkan jajaran kepengurusan baru hasil kaderisasi internal melalui Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang).
Program tersebut dirancang untuk memastikan kualitas kepemimpinan kader di berbagai level struktural partai.
"Kami melaporkan selesainya program Akpolbang, di mana calon pengurus utama diwajibkan lulus sebagai syarat kompetensi," ujar Muhaimin saat memberikan keterangan pers di lingkungan Istana Kepresidenan.
Fokus pada Pemerataan Ekonomi
Salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut adalah komitmen bersama untuk mengimplementasikan sistem ekonomi konstitusi sesuai Pasal 33 UUD 1945. PKB mendorong pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku ekonomi kecil guna menekan kesenjangan sosial.
Menurut Muhaimin, negara harus hadir sebagai instrumen pelindung ekonomi rakyat bawah. Ia menekankan bahwa distribusi permodalan tidak boleh hanya berputar di segelintir kelompok, melainkan harus menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
"PKB optimis Presiden mampu memimpin transformasi ekonomi nasional menuju keadilan dan pemerataan. Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang memastikan program strategis dirasakan langsung oleh rakyat," tambahnya.
Visi Geopolitik dan Peran Global
Selain isu domestik, PKB turut menyoroti kepemimpinan Prabowo di panggung internasional. Muhaimin memuji pemahaman mendalam sang Presiden terhadap peta geopolitik global yang dinilai kian kompleks.
Ia berpendapat bahwa kompetensi Presiden dalam membaca dinamika internasional menjadi aset penting bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan eksternal yang memerlukan penanganan khusus dan cepat.
"Kami meyakini Presiden sangat menguasai kerumitan peta geopolitik dunia saat ini, dan itu sangat krusial bagi posisi Indonesia di kancah global," pungkasnya.
Pertemuan ini menandai solidnya hubungan antara eksekutif dan salah satu partai besar di koalisi pemerintahan, sekaligus memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan agenda pembangunan nasional dalam jangka panjang.
Editor: Redaktur TVRINews
