
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Partai Golkar menggelar Paskah Nasional 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 3.500 jemaat, kader, serta tokoh lintas agama dari wilayah Jabodetabek. Perayaan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan identitas Golkar sebagai partai inklusif yang menjunjung kebhinekaan.
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai perdebatan terkait identitas seperti suku dan asal daerah tidak lagi relevan di era modern.
“Di era modernisasi seperti sekarang, apa artinya kita berdebat tentang suku? Apa artinya kita berdebat tentang dari mana wilayah? Apa artinya kita berdebat tentang satu hitam, satu putih? Satu lurus rambut, satu keriting rambut? Bukan zamannya lagi,” kata Bahlil, saat ditemui usai menghadiri acara, Kamis, 24 April 2026.
Ia mengingatkan nilai utama yang harus dijunjung ialah kasih terhadap sesama manusia.
“Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama umat manusia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyinggung sejarah lahirnya Golkar yang berasal dari keberagaman organisasi, termasuk unsur berbasis keagamaan.
“Partai Golkar dilahirkan pada bulan Oktober tahun ’64. Sebelum Partai Golkar hadir, itu namanya ada Sekber, Sekretariat Bersama. Ada 97 organisasi yang melahirkan Sekber, dan salah satu organisasi yang melahirkan Sekber dari 97 organisasi itu adalah Pemuda Intelijen Kristen Indonesia,” jelas dia.
Sejak awal, ia menegaskan Golkar tidak membedakan latar belakang suku maupun agama.
“Di Golkar tidak pernah membedakan di mana kau, dari mana kau berasal, suku apa, agama apa. Karena Golkar lahir untuk hadir dalam rangka memberikan karya nyata, seperti kasih menembus perbedaan,” ucapnya.
Bahlil juga mengingatkan derasnya arus informasi, terutama di media sosial, kerap memicu perpecahan.
“Perselisihan akan selalu diadu terus, perbedaan akan selalu diadu terus,” katanya.
Ia kemudian mengutip semangat Sumpah Pemuda sebagai fondasi persatuan bangsa.
“Pada tanggal 28 Oktober tepat Sumpah Pemuda, itu telah kita mencanangkan: kita boleh berbeda-beda tapi kita telah bersepakat, kita telah bersumpah, bahwa kitalah satu nusa, satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa yaitu Indonesia,” ujar dia.
Menurutnya, perbedaan agama tidak menghalangi persatuan sebagai sesama manusia.
“Katakanlah kalau kita tidak bersaudara dalam agama, tapi kita sesungguhnya disatukan dan kita bersaudara dalam kemanusiaan,” tuturnya.
Di akhir, ia mengajak generasi muda berkontribusi dalam perjuangan politik tanpa melihat latar belakang identitas.
“Bagi Partai Golkar selalu terbuka untuk siapa pun dan dari mana pun untuk kita bersama-sama,” pungkasnya.
Perayaan Paskah Nasional ini diisi dengan pentas musik dan refleksi. Kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat solidaritas, merawat keberagaman, serta menegaskan komitmen Golkar sebagai partai yang inklusif, religius, dan berlandaskan semangat kebhinekaan Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
