
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menghadiri peringatan 71 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Sekolah Partai PDI-P pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyampaikan pesan-pesan kunci dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengenai posisi Indonesia di kancah global serta pentingnya kritik dalam demokrasi.
Hasto menjelaskan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati turut menekankan pentingnya tugas sejarah bagi rakyat dan negara Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai lifeline atau garis hidup bagi tata dunia baru.
Menurut Hasto, kepemimpinan Indonesia yang berlandaskan Pancasila telah terbukti melalui sejarah panjang, mulai dari KAA, Gerakan Non-Blok, hingga Konferensi Internasional Anti-Pangkalan Militer Asing. Ia menyoroti konflik di Timur Tengah saat ini sebagai contoh nyata pelanggaran terhadap Dasasila Bandung, di mana hegemoni dan pangkalan militer asing sering kali merusak kedaulatan suatu negara.
"Inilah yang diingatkan oleh Ibu Megawati, khususnya kepada para pemuda Indonesia agar membangun semangat kepemimpinan itu dengan menguasai ilmu pengetahuan teknologi, melakukan riset dan inovasi, serta membangun kualitas peradaban dengan cara percaya kepada kekuatan diri sendiri atau berdikari," ujar Hasto.
Selain isu internasional, Hasto juga menyinggung pentingnya iklim demokrasi yang sehat melalui kritik. Ia berbagi pengalaman PDI Perjuangan saat berada di pemerintahan periode kedua Presiden Jokowi, di mana banyak kritik yang masuk ternyata merupakan sebuah kebenaran yang perlu didengarkan.
Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak ingin partai-partai yang saat ini berada di pemerintahan mengalami pengalaman serupa. Oleh karena itu, kritik harus dianggap sebagai bentuk rasa cinta kepada negara untuk mengawal kebijakan agar tetap sesuai dengan visi yang baik.
Hasto juga memberikan catatan terhadap implementasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto, seperti program makan bergizi gratis. Meski program tersebut dinilai sangat ideologis dan menyentuh kebutuhan rakyat, PDI Perjuangan mencermati adanya berbagai persoalan dalam praktek pelaksanaannya di lapangan.
"Visi dari Presiden Prabowo sudah baik, tetapi dalam prakteknya muncul berbagai persoalan seperti belanja dari makan bergizi gratis itu. Hal-hal yang disuarakan masyarakat ini harus ditanggapi dengan terbuka," pungkas Hasto.
Editor: Redaksi TVRINews
