
Wacana Pilkada Lewat DPRD, Kaesang: PSI Satu Suara dengan Rakyat
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengakui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung masih memiliki berbagai kekurangan.
Hal tersebut diungkapkan merespons wacana untuk mengembalikan mekanisme Pilkada oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
"Kita harus jujur mengakui pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan, mulai dari praktik politik amplop hingga persoalan ambang batas. Pencalonan yang awal mulanya berbasis kursi lalu diubah menjadi ambang batas perolehan suara sah partai politik," kata Kaesang dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menuturkan, berbagai perubahan dalam sistem pemilu dilakukan untuk memastikan demokrasi dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas dan berpihak kepada masyarakat.
Menurut Kaesang, partisipasi publik menjadi faktor kunci dalam menentukan arah sistem pemilu di masa depan.
"Dalam konteks ini, PSI berpandangan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam menentukan sistem pemilu kita seperti apa ke depannya," tegasnya.
Meski saat ini PSI belum memiliki kewenangan menentukan sikap di parlemen terkait revisi undang-undang pemilu, Kaesang menegaskan partainya akan selalu sejalan dengan aspirasi masyarakat.
"Meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan menentukan sikap di Senayan terkait revisi undang-undang, namun saya tegaskan sikap PSI akan selalu satu suara dengan rakyat Indonesia," tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
