TVRINews, Jakarta
Akademi Partai Golkar secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam mengimplementasikan amanat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang menekankan pentingnya penguatan sistem kaderisasi yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.
Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua SC dan OC TOT Akademi Partai Golkar, Hajriyanto Y. Thohari, menegaskan bahwa pelatihan ini dihadirkan untuk mencetak instruktur yang kompeten dan berkarakter demi membangun standar pendidikan politik yang berkualitas di seluruh tingkatan organisasi.

(Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua SC dan OC TOT Akademi Partai Golkar, Hajriyanto Y. Thohari. (Foto: TVRINews/Ricardo Julio))
"Pelatihan-pelatih Akademi Partai Golkar diselenggarakan sebagai implementasi amanat musyawarah nasional Partai Golkar yang menegaskan pentingnya penguatan sistem kaderisasi sebagai fondasi utama pembangunan partai. Amanat tersebut menempatkan kaderisasi sebagai proses yang terstruktur, sistematis dan berkelanjutan untuk melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta komitmen yang kuat terhadap ideologi, doktrin karya-kekaryaan, dan cita-cita perjuangan Partai Golkar," ujar Hajriyanto Y. Thohari saat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan TOT yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 8 Agustus 2026 ini diikuti oleh 81 peserta yang terdiri dari anggota DPR RI, unsur DTP, organisasi pendiri dan didirikan, serta kader yang dipersiapkan menjadi instruktur resmi Akademi Partai Golkar.
Selama enam hari pelaksanaan, para peserta dibekali materi komprehensif mulai dari identitas kader, doktrin karya-kekaryaan, kepemimpinan, kebijakan publik, komunikasi, teknik persidangan, hingga simulasi mengajar.
Melalui kurikulum tersebut, Hajriyanto menjelaskan bahwa Partai Golkar menargetkan lahirnya instruktur dan kader yang menguasai delapan aspek kompetensi utama, yaitu kompetensi ideologis, kepemimpinan, manajerial, teknokratis, sosio-kultural, elektoral, digital dan media, serta geopolitis.
Dalam laporannya, Hajriyanto memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Hadalia atas kepemimpinan dan komitmen besarnya dalam menjadikan kaderisasi sebagai prioritas strategis partai.
"Saudara Ketua Umum, dalam berbagai perbincangan, selalu menunjukkan komitmen yang sangat tinggi, serta kepedulian yang sangat besar terhadap kader-kader Partai Golkar. Dan juga kader-kader yang mendapatkan amanat untuk memimpin kepemimpinan dalam tubuh Partai Golkar, agar menjadi kader-kader yang unggulan, yang tidak kalah dengan kekuatan-kekuatan partai politik yang lain yang ada di negara ini," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, para narasumber seperti Andi Mattalatta, serta seluruh panitia dan peserta yang terlibat.
Hajriyanto menekankan bahwa penyelenggaraan TOT ini menjadi catatan sejarah penting bagi perjalanan partai, mengingat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir DPP Partai Golkar belum kembali menggelar program kaderisasi yang begitu terstruktur dan sistematis.
"Perlu menjadi catatan bahwa berdasarkan berbagai informasi dalam 10 tahun terakhir DPP Partai Golkar tidak menyelenggarakan kaderisasi secara sistematis dan terstruktur sebagaimana yang kita mulai adakan pada hari ini. Semoga ilmu, pengalaman, dan jejaring yang dibangun selama kegiatan ini menjadi bekal dalam melahirkan kader-kader Partai Golkar yang semakin berkualitas, militan, dan mampu menjawab tantangan zaman," pungkas Hajriyanto.









