TVRINews, Jakarta
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka kegiatan Pembukaan Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Bahlil menekankan bahwa penguatan sistem kaderisasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci utama masa depan partai. Ia menyampaikan bahwa Akademi Partai Golkar merupakan mandat langsung dari Musyawarah Nasional (Munas) yang dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja partai.
Kehadiran akademi ini, lanjutnya, bertujuan mengembalikan pola-pola kepemimpinan yang telah ditanamkan oleh para pendiri dan pendahulu Partai Golkar.
"Apa yang saya mau sampaikan, bahwa kerja-kerja kita, kerja-kerja kolektif kita, kekompakan kita, dari DPP sampai ke tingkat daerah, itu ternyata mendapat respon yang cukup baik, yang dinilai oleh publik," ujar Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa tanpa pemahaman nilai-nilai dasar, sistem politik yang dijalankan berisiko kehilangan arah. Partisan politik dianggap penting, namun jika terus dikedepankan tanpa nilai yang diperjuangkan, hal tersebut dipastikan dapat memicu distorsi tujuan partai.
Menghadapi era transformasi, Bahlil mengingatkan seluruh kader agar tidak hanya bergantung pada cara-cara lama, melainkan harus mengombinasikannya dengan pendekatan modern. Hal ini sangat krusial mengingat peta demografi pemilih pada Pemilu 2029 mendatang didominasi oleh generasi muda.

(Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: TVRINews/Ricardo Julio))
"Bapak-Ibu semua, pemilu 2029, itu jumlah pemilih 17-50 tahun 73 persen. Kalau Golkar tidak mampu melakukan adaptasi, ini kita akan ketinggalan. Ini bukan persoalan pintar mengalahkannya bodoh, atau kuat mengalahkannya lemah. Ini persoalannya adalah yang cepat mengalahkan lambat," tegas Bahlil.
Atas dasar itulah, Bahlil menegaskan pentingnya koreksi internal di tubuh partai, salah satunya melalui pembenahan proses pengkaderan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Bahlil meminta pelaksanaan TOT dilaksanakan secara serius. Bahkan, ia menginstruksikan agar seluruh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar diwajibkan menjadi peserta program ini sebagai kontrol dan filter diri.
"Nah, TOT ini menurut saya, ini sangat penting. Saya minta kepada teman-teman yang melakukan TOT ini serius. Serius. Dan kepada semua anggota DPR RI ini, jadikan mereka peserta. Jadikan wajib. Supaya tahu, mana kepentingan partai, mana kepentingan pribadi. Kalau enggak ada filter yang mengontrol kita, susah," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan aset negara dan harapan masyarakat. Oleh sebab itu, penanaman pondasi nilai-nilai berbangsa dan bernegara menjadi syarat mutlak bagi seluruh kader dalam menjalankan aktivitas politiknya.
Di tempat yang sama, Bendahara Akademi Partai Golkar, Eric Hermawan, turut menegaskan bahwa penyelenggaraan TOT ini dirancang untuk memberikan pembekalan secara menyeluruh kepada seluruh kader Partai Golkar di berbagai daerah.
Menurut Eric, pembekalan ini penting untuk memastikan seluruh jajaran kader memiliki standar kemampuan yang mumpuni dalam menggerakkan roda organisasi.
"Tentunya ini bertujuan dalam meningkatkan kualitas, kapasitas dan kemampuan kader Partai Golkar kedepannya," pungkas Eric Hermawan.









