
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons rencana pemerintah terkait impor mobil pikap asal India yang diperuntukkan bagi operasionalisasi Koperasi Merah Putih. Dasco meminta agar rencana tersebut tidak diputuskan secara terburu-buru.
Politisi Partai Gerindra tersebut mengaku telah menyampaikan pesan kepada pihak pemerintah untuk menunda terlebih dahulu rencana impor sebanyak 105 ribu unit kendaraan tersebut. Penundaan ini dinilai perlu karena Presiden Prabowo Subianto saat ini masih berada di luar negeri.
"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut Ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," ujar Dasco saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin 23 Februari 2026.
Dasco menjelaskan bahwa keputusan sebesar ini memerlukan pembahasan yang mendalam langsung bersama kepala negara. Menurutnya, Presiden akan meninjau kembali detail teknis serta urgensi dari kebijakan impor tersebut setibanya di tanah air.
Selain membahas aspek teknis, Dasco meyakini bahwa Presiden akan mempertimbangkan potensi industri otomotif dalam negeri sebelum membuka keran impor dari luar negeri.
"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian," pungkasnya.
Hingga saat ini, rencana operasionalisasi Koperasi Merah Putih memang tengah menjadi perhatian publik, terutama terkait penyediaan sarana transportasi pendukung yang efisien namun tetap memberdayakan industri lokal.
Editor: Redaktur TVRINews
