Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa tema Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV PDI Perjuangan merupakan tema yang sangat relevan karena tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Presiden Jokowi menyebutkan bahwa permasalahan tersebut dinilai tidak mudah diselesaikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidato sambutannya saat menghadiri kegiatan Rakernas PDIP dengan Tema Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia' dengan sub tema 'Pangan Sebagai Lambang Supremasi Kepemimpinan Indonesia Bagi Dunia' yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis, (29/9/2023).
"Tema di rakernas keempat PDI Perjuangan saat ini sangat relevan dengan keadaan yang kita hadapi. Bukan sesuatu yang sangat gampang, tapi betul-betul sesuatu yang tidak mudah untuk diselesaikan karena ini menyangkut ancaman perubahan iklim," ucap Presiden Jokowi.
Kepala Negara mengungkapkan bahwa terkait Kedaulatan Pangan merupakan hal yang berkaitan dengan iklim dan Ia menilai bahwa kondisi tersebut berubah. Serta dampak yang dialami dari perubahan iklim tersebut yang terjadi dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kenaikan suhu bumi, kekeringan dimana-mana, kemarau panjang, sehingga menyebabkan gagal tanam, menyebabkan gagal panen, dan super el-nino yang ada di tujuh provinisi di negara kita juga mempengaruhi pasokan pangan pada rakyat kita Indonesia," jelasnya.
Presiden Jokowi juga menyoroti terkait stabilitas geopolitik dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Ia mengungkapkan bahwa dengan memanasnya geopolitik global, hal tersebut membuat distribusi sejumlah komoditas pangan terhambat salah satunya gandum.
"Perang Ukraina kelihatannya perang di sana jauh dari kita, tapi ternyata gandum yang tadi disampaikan Ibu Mega, gandum kita, kita impor gandum itu 11 juta ton dan hampir 30 persen dari Ukraina dan Rusia karena disana memang produsen gandum terbesar dunia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan terkait penyebab harga pangan yang semakin naik dikarenakan sejumlah negara sudah tidak melakukan ekspor pangan yang salah satunya adalah beras.
"Yang sekarang terjadi menyebabkan pangan semakin naik harganya adalah 19 negara sekarang ini sudah tidak mengekspor pangan. Bahkan tadi pagi saya baca lagi bukan 19 lagi tetapi 22 negara saat ini sudah tidak mau mengekspor bahan pangannya termasuk di dalamnya adalah beras," ucap Kepala Negara.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa apabila hal tersebut terus berlangsung maka dapat dipastikan semua harga bahan pokok pangan akan terus naik.
Editor: Redaktur TVRINews
