
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Medan, Sumut
PDK Kosgoro 1957 Sumut Serukan Demokrasi Tanpa Kegaduhan
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Lamhot Sinaga, menginstruksikan seluruh kader untuk menjaga stabilitas dan marwah organisasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV.
Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 Februari 2026 di Hotel Arya Duta, Medan, ini diharapkan menjadi panggung demokrasi yang elegan tanpa gesekan internal.
Sebagai figur senior di Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot menegaskan bahwa munculnya beragam kandidat dalam bursa kepemimpinan merupakan indikator sehatnya regenerasi organisasi.
Namun, ia mengingatkan agar dinamika kompetisi tidak mengorbankan kohesi sosial antar kader di Sumatera Utara.
"Banyaknya kandidat yang muncul adalah bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di Kosgoro Sumut berjalan dinamis," ujar Lamhot dalam pernyataan resminya di Medan, Selasa 10 februari 2026.
Ia menambahkan bahwa stok kader potensial yang melimpah harus dikelola sebagai aset, bukan sebagai pemicu faksionalisme yang tajam.
Lamhot mendorong agar seluruh peserta menghindari politik identitas dan tetap menjunjung tinggi sportivitas selama proses transisi berlangsung.
"Karena yang paling krusial bukan siapa yang menang, melainkan bagaimana Musda ini berjalan lancar dan kondusif. Kepentingan organisasi harus berada di atas ambisi pribadi atau kelompok," tegas politisi asal daerah pemilihan Sumut II tersebut.
Momentum Strategis dan Sinergi Politik
Lebih dari sekadar suksesi kepemimpinan, Musda ke-IV ini dipandang sebagai forum krusial untuk merumuskan ulang peta jalan strategis Kosgoro 1957 di tengah tantangan sosial-politik regional.
Kehadiran jajaran pengurus pusat dalam konferensi pers tersebut menegaskan komitmen panitia untuk menjalankan mekanisme organisasi secara transparan dan akuntabel.
Lamhot juga menitikberatkan pada pentingnya adu gagasan. Ia berharap para calon ketua mengedepankan program kerja yang konkret dibandingkan sekadar mobilisasi massa yang berisiko menciptakan polarisasi di akar rumput.
"Siapa pun yang terpilih nanti adalah mandat kolektif. Semua pihak harus memiliki kebesaran hati untuk menerima hasil keputusan dan kembali merapatkan barisan," imbuhnya.
Keselarasan dengan Partai Golkar
Secara geopolitik lokal, Musda ini memiliki signifikansi terhadap stabilitas internal Partai Golkar di Sumatera Utara.
Pemimpin baru Kosgoro nantinya diharapkan mampu bersinergi dengan kepemimpinan Andar Harahap, yang baru saja terpilih menahkodai Partai Golkar Sumut periode 2026-2031.
Sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957 berkomitmen untuk tetap menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas politik serta mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah Sumatera Utara.
"Musda ini harus menjadi preseden baik bagi kedewasaan berorganisasi di Sumatera Utara. Mari kita sukseskan hajatan demokrasi ini dengan penuh martabat," pungkas Lamhot.
Editor: Redaktur TVRINews
