
Logo PSI yang lama dan yang baru (kanan) (Foto: PSI)
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Solo
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi memperkenalkan logo baru partainya dalam Kongres Nasional PSI. Logo baru tersebut menampilkan simbol gajah berwarna merah dan hitam, menggantikan lambang lama berupa bunga mawar merah.
Dalam keterangannya, Kaesang menjelaskan bahwa pemilihan gajah sebagai simbol baru bukan tanpa alasan. "Gajah memang bukan raja hutan, tapi ia adalah pelindung hutan. Itu yang ingin kami sampaikan melalui logo baru ini. PSI ingin menjadi pelindung masyarakat, bukan penguasa," ujar Kaesang, Sabtu 19 Juli 2025.
Kaesang menambahkan, gajah dipilih karena mewakili karakter kekuatan yang tenang dan protektif. Menurutnya, PSI kini ingin tampil sebagai partai yang kuat namun tidak agresif. "Kami ingin jadi partai yang hadir untuk rakyat, membela mereka, bukan menyerang lawan," jelasnya.
Perubahan logo ini sekaligus menjadi bagian dari langkah rebranding PSI menjelang Pemilu 2029. Dengan identitas baru, PSI berharap dapat lebih mudah diterima oleh generasi muda dan pemilih rasional di seluruh Indonesia.
Kongres Nasional PSI yang digelar di Solo juga menetapkan Kaesang Pangarep kembali sebagai Ketua Umum periode 2025–2030. Ia terpilih secara demokratis melalui mekanisme pemilu raya internal yang berlangsung pada 12–18 Juli lalu.
Dalam pidatonya, Kaesang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga menegaskan fokus utamanya ke depan adalah memperkuat struktur partai dari tingkat pusat hingga ranting.
Meskipun PSI mengalami peningkatan suara dalam Pemilu 2024, partai ini masih belum berhasil melampaui ambang batas parlemen. Kaesang berharap dengan wajah baru PSI, partainya dapat meraih dukungan yang lebih luas di masa mendatang.
"Perubahan bukan hanya soal logo. Ini tentang arah baru, tentang bagaimana PSI bekerja lebih serius untuk masyarakat. Kami ingin tumbuh sebagai partai yang dipercaya dan dibutuhkan rakyat," tutup Kaesang.
Editor: Redaktur TVRINews
