
Ketum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam Pembukaan Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR yang dihadiri seluruh Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.(dok. TVRINews/Nisa Alfiani)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur kepengurusan partai, termasuk mengganti kader yang dinilai tidak menunjukkan kinerja optimal. Penegasan ini disampaikan Bahlil saat membuka kegiatan Training of Trainers Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Bahlil menekankan bahwa seluruh kader Golkar dituntut untuk bekerja maksimal dan berkontribusi nyata bagi partai. Ia mengibaratkan organisasi partai seperti sebuah tim futsal, di mana setiap pemain memiliki peran penting untuk mencetak gol.
“Di Golkar ini semua kita ibaratkan sebagai striker. Kalau tidak perform, ya harus diganti, sama seperti permainan futsal,” ujar Bahlil dalam sambutannya.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut, dalam futsal pergantian pemain bisa dilakukan kapan saja demi menjaga performa tim tetap optimal.
“Tidak harus menunggu pertandingan selesai. Tiga menit main, capek, bisa langsung diganti. Yang penting tujuannya jelas, yaitu mencetak gol dan menang,” tambahnya.
Bahlil juga menegaskan bahwa jabatan di Partai Golkar bukanlah hak warisan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kinerja nyata.
“Jabatan di Golkar bukan legacy, bukan diwariskan. Semua harus melalui kinerja dan kontribusi,” tegasnya.
Lebih jauh, Bahlil menyampaikan bahwa prinsip evaluasi berbasis kinerja tersebut juga berlaku bagi dirinya sebagai pejabat negara. Ia mengaku siap dievaluasi apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Saya sebagai menteri pun bisa dievaluasi Presiden kalau tidak perform. Tapi selama kinerjanya baik, tentu kita lanjut,” tandas Bahlil.
Melalui pernyataan ini, Bahlil menegaskan komitmennya membangun Partai Golkar sebagai organisasi yang profesional, dinamis, dan berorientasi pada hasil, baik dalam kerja-kerja politik maupun pemerintahan.
Editor: Redaksi TVRINews
